Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an Tafsir, Wakili Kalteng dalam Program Lombok Youth Camp for Peace Leaders

 

Muhammad Fakhri Hasan (kiri), Mahasiswa Prodi IQT yang Mewakili Prov. Kalimantan Tengah dalam Kegiatan di Lombok, NTB

Lombok – Dua Duta perdamaian yang mewakili Kalimantan Tengah Siap jadi generasi rahmatan lil ‘alamin dia adalah mahasiswa/i IAIN Palangkaraya. Salah satunya ialah Akhmad Fakhri Hasan yang merupakan mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. 200 duta perdamaian se-Indonesia siap menjadi benteng faham-faham radikal.

Program Lombok Youth Camp for Peace Leaders merupakan ajang untuk mempertemukan 200 orang mahasiswa PTKIN se-Indonesia guna mendiskusikan tentang bahaya kekerasan, terorisme, dan ekstrimisme yang belakangan ini banyak terjadi di Indonesia. Lebih jauh lagi kegiatan yang merupakan kerja sama antara NC Mataram dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta dan UNDP (United Nation Development Program) ini di harapkan dapat melahirkan agen agen bina damai di kalangan pemuda atau mahasiswa.

Ragam kegiatannya terdiri dari technical meeting, pembukaan, outbond, majelis harmoni, mentoring, site visit, bakti sosial dengan menanam 1000 pohon, muhasabah, antraksi budaya untuk mengenal budaya satu sama lain, dan penutup.

Pada saat itu anggota BNPT RI berhadir kemudian menegaskan, “Bahwa faham radikalisme saat ini menjadi tantangan kita bersama dengan konsep rahmatan lil ‘alamin insya Allah islam tidak lagi ditakuti karena kita menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan walaupun berbeda agama suku, ras, dan budaya.” Sabtu (23/01/2018).

Menurutnya, strategi tidak langsung atau indirect strategy sangat dibutuhkann dalam mengikis akar radikalisme dan akan mampu memperkuat ketahanan masyarakat atau kelompok rentan melalui pendidikan, pendampingan dan pemberdayaan.

Lebih jauh, dia menyebut, peran Pemuda dan pemudi sangat besar dalam membangun kesadaran toleransi dan ke-bhinekaan sebagai upaya pencegahan radikalisme di sekolah, kampus dan di komunitas-komunitas. Salah satu komponen penting dalam penanganan ekstremisme, kata dia, pemuda/i adalah santapan empuk atau target kelompok-kelompok radikalisme.

“Mengapa demikian? Sebab sejumlah data menyebutkan, anak muda menjadi salah satu kelompok rentan terpapar ideologi radikal yang bersumber dari propaganda di dunia maya maupun media pendidikan di sekolah atau kampus,” ucapnya.

Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan (Lombok Youth Camp For Peace Leaders) dari sekian banyaknya peserta yang daftar kegiatan ini se-Indonesia sekitar 2000 orang yang kemudian seleksi demi seleksi yang dilakukan pihak penyelenggara maka terpilihlah saya dan teman saya untuk mewakili Kalimantan Tengah. Harapan kami, semoga dukungan dan kerjasama antara NC dan lembaga-lembaga perbaikan moral dan lain-lainnya yang ada di Kalimantan Tengah bisa kita jalin, sehingga harapan yang terbaik yang kita harapkan tercapai untuk menjaga nilai-nilai ke Indonesiaan. (Fakhri)

Modul satu membahas
“Islam Rahmatan lil ‘Alamin”

Modul ke dua
Membahas
“Merawat Nasionalisme dan ke Indonesiaan Kita”.

Modul ke tiga
Membahas
“Cegah Kekerasan, Ekstrimisme, Radikalisme, dan Terorisme.

ISLAM
ISee aLearn iAct iMove.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *